PP TUNAS mendorong penilaian risiko, verifikasi usia, pengaturan privasi, dan pelindungan anak pada layanan digital.
PP TUNAS 2026 menjadi salah satu topik penting dalam perubahan tata kelola platform digital Indonesia. Kebijakan ini mengarahkan penyelenggara sistem elektronik untuk lebih memperhatikan keselamatan anak, bukan hanya melalui aturan penggunaan, tetapi juga melalui rancangan produk, pengelolaan akun, privasi, serta pengawasan fitur.
Dasar kebijakannya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Pelaksanaannya diperinci melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
Perubahan tersebut relevan bagi industri game mobile karena sebuah layanan permainan dapat memiliki berbagai fitur, seperti akun pengguna, komunikasi antarpemain, pembelian digital, konten komunitas, dan aktivitas berulang.
Namun setiap game tidak otomatis memiliki risiko yang sama. Penilaian bergantung pada karakteristik produk, layanan, dan fitur yang benar-benar tersedia.
Untuk memahami dampaknya, perlu dibedakan antara kewajiban dalam peraturan, keputusan regulator, dan rekomendasi desain yang dapat dipertimbangkan pengembang.
Apa Itu PP TUNAS 2026 dan Bagaimana Penerapannya?
PP TUNAS 指的是 2025 年第 17 号 PP 条例。同时,2026 年第 9 号 Permenkomdigi 条例对年龄限制、核查、风险评估、监督和报告等方面作出了技术规定。
Berikut kronologi utamanya.
| Tanggal | Perkembangan | Makna |
|---|---|---|
| 27 Maret 2025 | PP No. 17 Tahun 2025 diterbitkan | Dasar tata kelola pelindungan anak |
| 6 Maret 2026 | Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 berlaku | Rincian mekanisme pelaksanaan |
| 28 Maret 2026 | Implementasi pembatasan bertahap dimulai | Fokus awal pada platform berisiko tinggi |
| 6 September 2026 | Data evaluasi resmi dihimpun | 252 PLF dari 94 PSE telah melakukan penilaian mandiri |
| 31 Desember 2026 | Tenggat penyelesaian self-assessment yang diumumkan Komdigi | Bagian dari tindak lanjut pengawasan |
资料来源:JDIH Komdigi 以及通信和数字部 2026 年 3 月和 9 月的官方公告。
Istilah PLF merujuk pada Produk, Layanan, dan Fitur. Penilaian pada tingkat ini penting karena fitur berbeda dalam satu platform dapat memiliki karakteristik risiko yang tidak sama.
1. Penilaian Risiko Menjadi Dasar Desain Produk dan Fitur
Dampak pertama adalah perubahan pendekatan dalam menentukan risiko layanan digital.
PP TUNAS menggunakan dua kategori profil risiko, yaitu risiko tinggi dan risiko rendah. Penilaiannya mempertimbangkan tujuh aspek yang dapat berdampak pada anak.
这七个方面包括与陌生人接触、接触不当内容、消费者权益受损、个人数据安全、成瘾风险、心理健康和生理健康。
对于游戏开发者而言,这种分类鼓励他们进行更详细的评估。
例如,提供单人游戏模式的游戏与具有开放聊天室、社区功能或应用内交易的游戏的互动结构不同。
Perbedaan itu belum cukup untuk menetapkan status risiko secara otomatis, tetapi relevan dalam proses penilaian.
Contoh Area Risiko dalam Game Digital
| Fitur atau Kondisi | Potensi Risiko | Aspek yang Perlu Diperiksa |
|---|---|---|
| Chat dengan pemain lain | Kontak dengan orang tidak dikenal | Moderasi dan batas interaksi |
| Konten buatan pengguna | Paparan konten tidak sesuai | Kurasi dan pelaporan |
| Penawaran item digital | Eksploitasi anak sebagai konsumen | Informasi biaya dan kontrol transaksi |
| Pengumpulan data akun | Risiko data pribadi | Tujuan dan keamanan pemrosesan |
| Aktivitas penggunaan berulang | Penggunaan berlebihan | Pola desain dan kontrol penggunaan |
Tabel ini merupakan analisis editorial. Kehadiran satu fitur tidak otomatis menetapkan suatu produk sebagai layanan berisiko tinggi. Klasifikasi resmi dilakukan melalui mekanisme penilaian dan verifikasi yang ditetapkan regulator.
2. Verifikasi Usia dan Persetujuan Orang Tua Memengaruhi Pengelolaan Akun
Dampak kedua berkaitan dengan batas usia.
PP TUNAS mengatur kelompok usia anak yang mencakup 3–5 tahun, 6–9 tahun, 10–12 tahun, 13–15 tahun, serta 16 hingga belum berusia 18 tahun.
这种划分并不意味着所有数字产品都适合三岁及以上儿童使用。每款产品及其功能都必须考虑其适用年龄段及其风险状况。
对于需要账户的服务,2025 年第 17 号公共政策条例根据年龄组规定了不同的条款。
13岁以下儿童经家长同意,可在专为儿童设计的低风险服务平台注册账户。13至15岁儿童在获得家长同意后,仅限使用低风险服务;16至17岁用户则需遵守相关法规规定的家长同意要求。
Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan akun tidak cukup hanya dengan menyediakan kolom tanggal lahir.
Platform perlu mempertimbangkan mekanisme verifikasi usia, pengawasan orang tua, dan kesesuaian akses terhadap layanan.
Pemeriksaan usia juga berkaitan dengan privasi. PP TUNAS mensyaratkan perlindungan data yang diproses untuk verifikasi, pembatasan penggunaan berdasarkan tujuan, serta penghapusan sesuai ketentuan yang berlaku.
Batas 16 tahun yang banyak diberitakan bukan larangan universal bagi seluruh game digital. Pembatasan tersebut berkaitan dengan kategori risiko dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing layanan.
3. Safety by Design Memengaruhi Chat, Konten, dan Pola Interaksi
Dampak ketiga menyangkut rancangan pengalaman pengguna.
Prinsip safety by design berarti aspek keselamatan dipertimbangkan sejak tahap perancangan, bukan hanya ditambahkan setelah masalah terjadi.
根据《TUNAS条例》,组织者必须考虑儿童的最大利益,提供易于理解的信息,并避免采用不透明的设计做法,以免鼓励儿童过度披露数据或降低隐私保护。
Untuk layanan game, prinsip tersebut dapat diterjemahkan ke dalam evaluasi beberapa fitur.
Jika tersedia chat, pengembang dapat menilai bagaimana pengguna melaporkan percakapan bermasalah.
Jika tersedia konten komunitas, pengelola dapat mempertimbangkan proses moderasi dan pembatasan akses berdasarkan usia.
Jika game menggunakan notifikasi dan mekanisme penggunaan berulang, perlu diperiksa apakah desainnya menimbulkan risiko penggunaan berlebihan pada anak.
Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 secara khusus memasukkan risiko adiksi dalam proses penilaian produk, layanan, dan fitur. JDIH Kemkomdigi
Namun fitur notifikasi, event, atau permainan berulang tidak otomatis membuktikan terjadinya adiksi.
Penilaiannya membutuhkan konteks, karakteristik desain, dan bukti yang memadai.
Dari sudut pandang industri, perubahan terpenting adalah meningkatnya kebutuhan untuk mendokumentasikan alasan suatu fitur dirancang dengan cara tertentu.
4. Privasi Anak Menjadi Bagian dari Pengaturan Awal Aplikasi
Dampak keempat berkaitan dengan perlindungan data.
PP TUNAS mengarahkan pengaturan produk yang dirancang atau mungkin diakses anak agar menggunakan tingkat privasi tinggi sebagai konfigurasi awal sesuai ketentuan.
这些法规还限制收集精确的地理位置信息和儿童个人信息,但法规中也列出了一些例外情况。
Bagi aplikasi game, hal ini menambah pentingnya memisahkan data yang diperlukan untuk menjalankan layanan dari data tambahan yang digunakan untuk tujuan lain.
Misalnya, informasi akun yang diperlukan untuk fungsi dasar memiliki konteks berbeda dari data yang digunakan untuk membangun profil perilaku pemasaran.
如果平台使用第三方进行数据处理,则还需要考虑第三方的责任和保护机制。
Perbedaan Pengaturan Umum dan Pengaturan Ramah Anak
| Aspek | Pendekatan Umum | Pertimbangan untuk Pengguna Anak |
|---|---|---|
| Privasi awal | Bergantung desain layanan | Perlindungan tinggi sebagai pengaturan awal sesuai ketentuan |
| Pengumpulan data | Sesuai tujuan pemrosesan | Meminimalkan data yang tidak diperlukan |
| Visibilitas profil | Berdasarkan pengaturan fitur | Mencegah pengungkapan berlebihan |
| Personalisasi | Dapat menggunakan data perilaku | Perlu memperhatikan pembatasan pemrofilan |
| Pengawasan | Kontrol pengguna | Mekanisme pengawasan orang tua sesuai kebutuhan |
Perbandingan tersebut merupakan ilustrasi prinsip desain, bukan daftar fitur wajib yang identik untuk setiap aplikasi.
Dalam konteks Indonesia, perlindungan data anak juga perlu dibaca bersama UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yang mengatur pemrosesan data pribadi secara lebih luas. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022
5. Transaksi, Pengaduan, dan Dokumentasi Menjadi Bagian dari Tata Kelola Game
Dampak kelima melampaui tampilan aplikasi.
Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 memasukkan risiko eksploitasi anak sebagai konsumen ke dalam proses penilaian, termasuk penawaran barang atau jasa, konten berbayar, langganan, dan fasilitas pembayaran. JDIH Kemkomdigi
Artinya, penyelenggara yang memiliki fitur komersial perlu mempertimbangkan bagaimana informasi transaksi ditampilkan kepada pengguna anak.
Bagi layanan game yang memiliki pembelian dalam aplikasi, hal ini dapat berkaitan dengan kejelasan harga, persetujuan yang relevan, dan kontrol pengeluaran.
Namun tidak semua game memiliki sistem transaksi yang sama, sehingga kewajiban dan langkah mitigasinya harus dinilai berdasarkan fitur sebenarnya.
Selain itu, tata kelola mencakup mekanisme pengaduan dan penilaian ulang ketika profil risiko berubah.
Dalam Permenkomdigi 9/2026, perubahan desain, laporan pengguna, atau informasi baru dari pemerintah dapat menjadi dasar bagi penilaian ulang risiko.
Dengan demikian, perlindungan anak bukan pekerjaan yang selesai saat sebuah aplikasi pertama kali diluncurkan.
Penyelenggara perlu mempertimbangkan dampak perubahan fitur, pembaruan produk, serta keluhan pengguna terhadap penilaian yang telah dilakukan.
Bagaimana Implementasi PP TUNAS Berjalan pada 2026?
这项政策变更已进入实施阶段。
Dalam laporan resmi September 2026, Komdigi menyatakan bahwa hingga 6 September terdapat 252 produk, layanan, dan fitur dari 94 PSE yang telah menyelesaikan penilaian mandiri.
Dari jumlah tersebut, 60 PLF telah melalui verifikasi regulator. Hasil verifikasi mencakup 38 PLF berprofil risiko rendah dan 22 PLF berprofil risiko tinggi.
截至本报告发布时,共有42个PLF(公共贷款机构)已获得正式认定,另有18个PLF正在认定过程中。
Angka tersebut menunjukkan adanya kemajuan administratif dan teknis, tetapi tidak dapat dijadikan ukuran bahwa seluruh platform digital Indonesia telah memenuhi kewajiban.
Komdigi举例说明,Roblox已实施年龄限制和基于年龄的功能分类,并将约2300万个16岁以下的用户账户转移到更严格的保护设置。此数据为Komdigi官方声明,并非独立审计结果。
这个例子与游戏行业相关,因为它表明年龄政策不仅会影响注册页面,还会影响功能层面的用户体验。
对比:基于风险的方法前后的游戏设计
Perubahan PP TUNAS tidak berarti semua aplikasi sebelumnya tidak memiliki perlindungan anak. Perbandingan berikut menunjukkan pergeseran prioritas tata kelola yang didorong kebijakan.
| Area | Fokus Produk Konvensional | Fokus Tambahan dalam Pendekatan PP TUNAS |
|---|---|---|
| Registrasi | Kemudahan membuat akun | Kesesuaian usia dan verifikasi |
| Interaksi pengguna | Aktivitas sosial | Risiko kontak dan moderasi |
| Konten | Variasi hiburan | Kesesuaian dengan usia |
| Pengaturan data | Fungsi aplikasi | Perlindungan privasi anak secara baku |
| Transaksi | Kemudahan pembelian | Risiko eksploitasi dan kontrol pengeluaran |
| Evaluasi | Kinerja produk | Penilaian serta verifikasi risiko |
Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan pekerjaan pengembang dalam pengujian fitur dan dokumentasi.
Namun manfaat industri tidak sebaiknya disimpulkan hanya dari keberadaan regulasi. Dampaknya terhadap keselamatan anak, biaya pengembangan, dan kepuasan pengguna memerlukan penelitian lanjutan.
Bagaimana PP TUNAS Relevan bagi Platform seperti Royal Dream?
Dalam industri hiburan mobile Indonesia, Royal Dream merupakan salah satu platform yang menyediakan kategori permainan seperti Domino, Fishing, dan permainan kasual lainnya.
Melalui website resmi Royal Dream, pengguna dapat menemukan informasi aplikasi Android melalui APK/Royal Dream X8, jalur App Store untuk iPhone, serta halaman Panduan, FAQ, dan Berita & Event. Situs Resmi
Sebagai contoh industri, platform multi-kategori menunjukkan pentingnya membedakan informasi produk secara menyeluruh dari penilaian terhadap fitur individual.
Akan tetapi, artikel ini tidak mengetahui klasifikasi risiko resmi Royal Dream maupun status pemenuhan kewajiban PP TUNAS oleh pengelolanya.
Tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa Royal Dream telah diverifikasi berisiko rendah, telah disertifikasi sebagai layanan ramah anak, atau telah melanggar ketentuan tertentu.
Pembaca dapat menggunakan informasi resmi sebagai titik awal untuk memahami produk, tetapi penetapan risiko dan kepatuhan membutuhkan dokumen serta keputusan yang relevan.
Dalam perspektif industri, pelajaran utamanya adalah bahwa informasi produk yang mudah ditemukan perlu dilengkapi mekanisme pengelolaan risiko sesuai karakter layanan.
Checklist Menilai Informasi Pelindungan Anak dalam Game Digital
- Apakah kelompok usia yang dituju dijelaskan?
- Apakah layanan memiliki fitur chat atau interaksi dengan orang tidak dikenal?
- Apakah tersedia pengaturan privasi dan penjelasannya?
- Apakah terdapat informasi bagi orang tua atau wali?
- Apakah fitur berbayar memiliki penjelasan yang dapat dipahami?
- Apakah pengguna dapat melaporkan masalah?
- Apakah kebijakan aplikasi dapat ditemukan dari sumber yang jelas?
- Apakah klaim kepatuhan didukung bukti, bukan hanya materi promosi?
Checklist ini membantu pembaca menilai kelengkapan informasi publik. Daftar tersebut bukan instrumen penilaian resmi atau pengganti audit regulasi.
Kesimpulan
PP TUNAS 2026 membawa perubahan penting dalam cara platform digital Indonesia perlu mempertimbangkan perlindungan anak.
Lima dampak utamanya meliputi penilaian risiko produk dan fitur, verifikasi usia, desain interaksi yang lebih aman, perlindungan privasi sejak pengaturan awal, serta pengelolaan transaksi dan pengaduan.
Perubahan tersebut relevan bagi industri game karena layanan permainan tidak lagi cukup dipandang hanya dari kualitas gameplay atau jumlah pengguna.
Namun penerapan kewajiban tetap harus memperhatikan kategori risiko, fitur aktual, dan keputusan regulator.
Bagi pemain dan keluarga, informasi usia, privasi, transaksi, serta bantuan merupakan aspek yang layak diperiksa ketika memilih layanan digital.
Bagi pengembang, PP TUNAS menegaskan pentingnya mengintegrasikan perlindungan pengguna ke dalam proses desain, bukan hanya menambahkannya sebagai dokumen administratif.
FAQ
1. Apa itu PP TUNAS 2026?
PP TUNAS merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak. Pelaksanaannya diatur lebih lanjut melalui Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026.
2. Kapan aturan pelaksanaan PP TUNAS mulai berlaku?
Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 berlaku sejak 6 Maret 2026, sedangkan penerapan pembatasan tahap awal untuk sejumlah platform berisiko tinggi dimulai pada 28 Maret 2026.
3. Apakah PP TUNAS melarang semua anak di bawah 16 tahun bermain game online?
Tidak. Ketentuan akses mempertimbangkan kelompok usia dan profil risiko produk, layanan, atau fitur. Pembatasan pada platform berisiko tinggi tidak sama dengan larangan universal terhadap seluruh game.
4. Apa saja risiko yang dinilai dalam PP TUNAS?
Regulasi menilai tujuh aspek: kontak dengan orang tidak dikenal, paparan konten tidak sesuai, eksploitasi konsumen anak, keamanan data pribadi, adiksi, kesehatan psikologis, dan kesehatan fisiologis.
5. Apakah game yang memiliki chat otomatis berisiko tinggi?
Tidak otomatis. Fitur chat dapat menjadi bagian dari penilaian risiko kontak dengan orang tidak dikenal, tetapi klasifikasi resmi dilakukan melalui mekanisme penilaian dan verifikasi yang berlaku.
6. Apakah PP TUNAS mengatur transaksi dalam game?
Regulasi memasukkan risiko eksploitasi anak sebagai konsumen dalam penilaian, termasuk konten berbayar, penawaran barang atau jasa, dan fasilitas pembayaran. Penerapan langkah mitigasi harus disesuaikan dengan fitur serta risiko layanan.
7. Apakah Royal Dream sudah dinyatakan sesuai dengan PP TUNAS?
Artikel ini tidak memiliki keputusan klasifikasi atau bukti audit yang cukup untuk memastikan status kepatuhan Royal Dream. Informasi produk dapat diperiksa melalui situs resminya, sementara status regulasi memerlukan rujukan yang relevan.
Link situs resmi game Royal dream
https://www.royaldreamgame.com
Link download game Royal dream
https://rdx8.onelink.me/6Qbr/889Rdx8
Rekomendasi Baca Lainnya
6 Prinsip Privasi Aplikasi Game: Izin, Data Pribadi, dan Kontrol Pengguna
5 Tantangan Game Android Menuju 2027: RAM, Stabilitas, dan Performa
UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi Website Resmi Royal Dream